Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rincian Modal Usaha Pertamini beserta Keuntungannya

Saat ini ada banyak sekali yang memanfaatkan peluang bisnis untuk menambahkan keuntungan tiap bulannya. Salah satunya yakni bisnis pertamini yang merupakan salah satu bisnis yang tidak ada matinya serta tidak ada ruginya, hal ini dikarenakan banyaknya kendaraan sepeda motor maupun mobil yang tentunya membutuhkan bahan bakar agar bisa berjalan.

Mungkin banyak juga dari mereka yang seringkali menemui pertamini disetiap sudut kota besar hingga pedesaan. Bahkan, diantaranya juga dijadikan sebagai peluang usaha sampingan dengan modal yang cukup kecil. Pertamini yang seringkali beredar di sudut kota maupun pedesaan itu biasanya berupa warung maupun toko kelontong yang biasanya menyediakan pertamini didepannya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwasannya modal usaha pertamini ini sangatlah kecil, sehingga banyak sekali pengusaha maupun beberapa orang yang melirik bisnis ini. Apabila diantara anda berminat membuka usaha pertamini ini, alangkah baiknya anda harus memenuhi persyaratan surat ijin serta modal terlebih dahulu.

Cara Mendapatkan Izin Usaha Pertamini

Apabila anda tidak memiliki surat izin usaha pertamini, maka dapat dipastikan anda tidak akan mendapatkan pasokan dari SPBU terdekat. Untuk itu, Anda diharuskan membuat surat izin terlebih dahulu, biaya pembuatan surat izin tiap daerah juga berbeda-beda tergantung dengan instansi terkait. Biaya yang dikeluarkan biasanya mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu untuk mendapatkan izin usaha pertamini.

Selain dari izin SPBU terdekat, Anda juga diwajibkan untuk meminta izin dari beberapa instansi diantaranya RT/RW, Dinas dan kepolisian setempat, Pihak desa, Dinas perindustrian dan perdagangan, serta kelurahan setempat. Untuk mendapatkan dari instansi yang sudah disebutkan memang membutuhkan biaya, akan tetapi tidak seberapa demi kelancaran usaha maupun bisnis anda nantinya.

Jika anda meminta izin ke dinas perindustrian dan perdagangan, maka anda akan diarahkan juga untuk membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang merupakan salah satu hal yang sangat wajib ketika seseorang memiliki sebuah usaha, fungsi dari surat tersebut adalah untuk menandakan bahwa usaha seseorang yang memiliki SIUP itu Legal.

Kelemahan Usaha Pertamini yang Wajib Diketahui

Setiap bisnis ataupun peluang usaha tentunya memiliki kelemahan yang berbeda-beda, salah satunya yakni usaha pertamini yang pastinya memiliki kelemahan yang wajib anda ketahui sebelum menjalankan usaha yang satu ini. Apa saja kelemahan usaha pertamini? Simak ulasan berikut ini!

1. Banyaknya Pesaing Pertamini

Usaha pertamini ini tentunya sudah sangat banyak sekali pesaingnya, baik itu jual beli bensin eceran konvensional hingga pelaku usaha pertamini juga. Karena banyaknya pesaing ini, tentunya menimbulkan kesulitan dalam meraup keuntungan yang cukup banyak. Apalagi saat ini munculnya Pertashop yang merupakan SPBU mini yang ditempatkan di desa maupun kota.

2. Keuntungan yang Tidak Begitu Besar

Kelemahan usaha pertamini selanjutnya adalah jumlah keuntungan yang akan anda dapatkan nantinya tergolong cukup kecil. Tentunya dengan keuntungan yang didapat sangat kecil, banyak pengusaha pertamini yang harus memilih lokasi yang tepat serta sedikit memiliki kompetitor. Apabila anda memilih lokasi yang tidak tepat, maka anda akan kalah bersaing dan keuntungan yang didapat jauh lebih kecil nantinya.

3. Membutuhkan Izin dari Instansi Terkait

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa untuk membuka usaha pertamini ini tentunya membutuhkan izin dari instansi terkait seperti SPBU, RT/RW, kepolisian setempat, dan masih banyak lagi. Tentu dari izin tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu yang setiap daerahnya memiliki harga yang berbeda-beda.

4. Lokasi Wajib Strategis

Tantangan yang sangat besar dalam menjalankan usaha ini adalah pada saat memilih lokasi berjualan. Lokasi yang harus dipilih juga tidak boleh sembarang tempat demi kelancaran usaha pertamini ini nantinya. Usahakan anda mencari lokasi untuk usaha ini tidak terlalu dekat dengan SPBU serta kompetitor lainnya. Dengan memilih lokasi yang tepat dan sedikit pesaing, maka dapat dipastikan anda akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

Rincian Modal Usaha Pertamini 

Sebelum memulai usaha pertamini, alangkah baiknya anda mengetahui terlebih dahulu jenis pom bensin pertamini yang bisa anda sesuaikan. Apabila anda memiliki modal yang kecil, maka alangkah baiknya anda menggunakan pom yang manual. Begitu pula sebaliknya, ketika anda memiliki modal yang besar, maka anda bisa memilih pom bensin digital layaknya seperti pertamina. Berikut ini akan dijelaskan gambaran rincian modal usaha pertamini dengan modal kecil.

No Keterangan Total
1 1 Unit Pom Mini 2 Nozzle Rp 4.500.000
2 Listrik perbulan Rp 65.000
3 Bensin Pertalite 50 Liter @ Rp 7.650 Rp 382.500
4 Bensi Pertamax 50 Liter @ Rp 9.000 Rp 450.000
5 2 Unit Jeringen 50 Liter  @ Rp 175.000 Rp 350.000
6 1 Unit Tumbler LED Rp 35.000

Diatas adalah gambaran rincian modal usaha pertamini yang bisa anda ikuti, apabila ada yang belum disebutkan diatas, maka anda bisa menambahkannya saja sesuai dengan apa yang anda inginkan. 

Omset Usaha Pertamini Perbulan

Untuk menghitung omset penjualan perbulan dari usaha pertamini, maka diasumsikan bahwa penjualan Pertalite dan Pertamax perharinya menghabiskan 100 Liter yang dimana 50 Liter Pertalite dan 50 Liter Pertamax. Berikut adalah perhitungannya:

  • Pertalite Rp 10.000 x 50 Liter  = Rp 500.000
  • Pertamax Rp 11.000 x 50 Liter  = Rp 550.000
  • Total = Rp 1.050.000

Keuntungan Usaha Pertamini

Diatas merupakan omset usaha pertamini setiap bulannya apabila menghabiskan 100 Liter perharinya. Nah, untuk menghitung keuntungan bersihnya maka anda bisa menggunakan rumus omset penjualan dikurangi biaya operasional lalu anda akan melihat keuntungan bersih yang akan anda dapatkan.

  • Omset Penjualan = Rp 1.050.000
  • Biaya Operasional = Rp 852.500
  • Keuntungan bersih = Rp 197.500

Jadi, keuntungan yang akan anda dapatkan perharinya yakni Rp 197.500  apabila perharinya laku 100 liter perharinya. Untuk menghitung biaya operasional, Anda bisa menghitung pengeluaran perhari 50 bensin Pertalite = Rp 382.500 dan 50 Liter pertamax = Rp 450.000 serta listrik perhari = Rp 2.000 yang dikalikan perbulannya total 60 ribuan lebih, maka anda akan mendapatkan keuntungan bersih seperti diatas.


Demikianlah ulasan kali ini mengenai rincian modal usaha pertamini, kelemahan usaha pertamini, serta keuntungan usaha pertamini yang harus anda ketahui. Apakah anda sudah berminat membuka usaha pertamini? Ikuti saja ulasan diatas, Semoga sukses!

Posting Komentar untuk "Rincian Modal Usaha Pertamini beserta Keuntungannya"

X